RSS

Kamis, 08 Maret 2012

LAPORAN PENILAIAN TERNAK BABI


LAPORAN PENILAIAN TERNAK
BABI




OLEH  :
                                                     Kelompok 3 sore

SEPTY MAYANG                              D1E010044
TAUFIK NUGROO                            D1E010055
FAISOL MIFTACHUL H.                  D1E010111
LUSI DIAN F.                                    D1E010114
ERLINDANI   SETYA M                   D1E010165
MOH. FAHMI MUBAROK               D1E010169
POPON AGUNG G.                           D1E010198
                                   

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2011


I.                   PENDAHULUAN

1.1                Latar Belakang
Beternak babi merupakan salah satu usaha yang dikelola oleh sebagian penduduk di Indonesia. Hal ini dikarenakan dapat memberikan keuntungan yang besar jika dikelolah dengan baik termasuk kotorannya yang dapat dijadikan sebagai pupuk dan sumber bahan bakar yang menjanjikan. Dalam beberapa kepercayaan agama abrahamik, babi tidak boleh untuk disentuh (najis) dan dianggap haram untuk dimakan.
Babi sendiri sebenarnya telah diternak dan dikonsumsi selama ribuan tahun oleh orang Eropa dan orang Asia kebanyakan. Babi adalah makanan yang umum di nusantara sebelum masuknya agama Islam dari Timur Tengah. Beberapa suku bangsa di Indonesia yang masih menjalankan tradisi aslinya selain suku Tionghoa-Indonesia masih mengonsumsi babi sebagai makanan keseharian, seperti suku Bali, Toraja, Papua, Batak, Manado, dll. Dalam masyarakat Jawa, babi disebut celeng dan juga merupakan hewan ternak yang umum sebelum menyebarnya agama Islam yang mengharamkan babi di nusantara.
Tipe dan bangsa-bangsa babi terbentuk sebagai akibat dari tiga sebab : 1) Oleh permintaan para konsumen; 2) oleh sifat bahan-bahan makanan yang tersedia, dan 3) oleh cara beternak moderen atau pun tradisional yang dilakukan oleh peternak. Keberhasilan di dalam usaha ternak babi sangant tergantung kepada pemeliharaan induk dan pejantan yang memiliki sifat-sifat baik. Oleh karena itu para peternak yang maju, tentu saja akan selalu mengadakan seleksi terhadap ternaknya. Seleksi berarti memilih hewan ternak yang bernilai tinggi, yakni memilih babi-babi yang menguntungkan.dengan tujuan utama untuk menghasilkan daging babi yang berkualitas baik atau tinnggi. Tergantung dari lamanya dipiara, babi yang dibesarkan digolongkan menjadi tipe lemak dan tipe bekon.
Pemilihan babi yang berkualitaas baik tergantung dari kejelihan kita dalam pengamatan tentang bibit. Dengan mengamati saja tidak cukup, dan harus melihat catatan, untuk mengetahui jenis babi baik atau jelek, babi tipe apa dan sebagainya perlu diadakan penilaian agar kita bisa memilih ternak babi sesuai dengan apa yang kita tuju. Memilih ternak dengan tujuan tertentu, maka diperlukam informasi data tentang ternak tersebut secara lengkap, antara lain : recording tentang  kapasitas produksi ( umur,  pertambahan berat, produksi daging, lemak dan sebagainya).
1.2             Tujuan
a.       Mampu menilik atau menilai  ternak babi.
b.      Untuk mengetahui jenis-jenis babi.
1.3             Waktu dan Tempat
Praktikum penilaian ternak unggas dilaksanakan pada hari Rabu pada tanggal 14 Desember 2011 pukul 13.15 WIB s.d selesai.Praktikum ini bertempat di Sokaraja.


II.                TINJAUAN PUSTAKA
Babi adalah omnivora, yang berarti mereka mengonsumsi baik daging maupun tumbuh-tumbuhan. Selain itu, babi adalah salah satu mamalia yang paling cerdas, dan dilaporkan lebih pintar dan mudah dipelihara dibandingkan dengan anjing dan kucing.  Babi hutan (Sus scrofa) atau celeng adalah nenek moyang babi liar yang menurunkan babi ternak (Sus domesticus). Daerah penyebaran adalah di hutan-hutan Eropa Tengah, Mediterania (termasuk Pegunungan Atlas di Afrika Tengah) dan sebagian besar Asia hingga paling Selatan di Indonesia. Ia termasuk familia Suidae yang mencakup warthog dan bushpig di Afrika, pygmy hog di utara India, dan babirusa di Indonesia. Berat babi hutan dapat mencapai 200 kg (400 pound) untuk jantan dewasa, serta panjangnya dapat mencapai 1,8 m (6 kaki). Jika terkejut atau tersudut, mereka dapat menjadi agresif - terutama bila betina dewasa sedang melindungi anaknya - dan jika diserang akan mempertahankan dirinya dengan taringnya (Anonim,2011).
Babi liar (babi hutan) mungil, Aili (batak), Jani (dayak), Babui (kayan), Dahak (Kapuas) spesis ini belum dijinakkan, diburu sebagai sumber daging tergolong besar tinggi 1m panjang 1m dan berat dewasa bisa 150 kg, makanannya tumbuhan biji-bijian, buah-buahan, rumput-rumputan, serangga, hewan melata dan liar.
Jenis -jenis babi, antara lain : babi Jawa, babi Sumatra, babi Bali ini adalah babi Lokal, dengan ciri-ciri seperti berikut :
a.       Ciri -ciri Babi Jawa, sebagai berikut : 1) Warna : putih, hitam, berbulu lebar; 2) Bentuk Badan : tubuh pendek agak gemuk, punggung agak cekung, badan dan moncongnya panjang, ambing baik dengan paling sedikit 6 pasang puting susu, simetris dan terletak secara baik, khusus untuk Tangerang pada leher sebelah kiri dan kanan ada Tassle (daging menggantung).
b.      Ciri -ciri Babi Bali, sebagai berikut : 1) Warna : belang hitam putih; 2) Bentuk Badan : berbadan kecil, kaki pendek, punggung melengkung ke bawah sehingga bagian perutnya hampir menyentuh tanah, kulitnya pada babi dewasa berlipat-lipat, ambing baik dengan paling sedikit 6 pasang puting susu, simetris dan terletak secara baik (Hartati,2011).
Ada beberapa jenis bibit babi antara lain : Berksive, Chester White, Tamworth, Yorkshire, Sadleback, Hampshire, babi Celeng dll. Tipe babi :
a.    Tipe lemak (lard type), memiliki ciri-ciri: Ukuran tubuh berlebihan, lebar dan dalam. Cepat atau mudah menjadi gemuk, kemampuan dalam pembentukan lemak cukup tinggi,  Ukuran kaki pendek. Contoh : bangsa-bangsa babi Indonesia cenderung ke arah tipe lemak.
b.    Tipe daging (Meat type=pork type), memiliki ciri-ciri:
 Ukuran tubuh panjang, dalam, halus. Bagian sisi tubuh panjang, dalam halus
. Punggung berbentuk busur, kuat dan lebar. Susunan badan padat, lemak sedikit  Kepala dan leher ringan, halus. Ukuran kaki panjang sedang, tumit pendek kuat. Ham berkembang cukup bagus dan dalam
Kelompok babi ini banyak diternakkan di AS
Contoh: Hampshire, Polan China, Spotted Poland China, Berkshire, Chester White, Duroc.
c.     Tipe dwiguna (bacon type). Termasuk kelompok babi type sedang ialah yang memiliki tanda-tanda sebagai berikut: Ukuran tubuh panjang dan dalamnya tubuh sedang dan halus. Ukuran lebar tubuh sedang, timbunan lemak sedang, halus. Kelompok babi tipe bacon banyak diternakkan di Inggris, Belanda, Kanada dan Polandia. Contoh : Yorkshire, Landrace, Tamworth
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan tipe babi: PemasaranTujuan peternak; Bangsa atau strain; Makanan; Saat pemotongan. (Saulandsinaga, 2010).

III.             HASIL

Nama
BABI
A
B
C
D
Lusi
66
63,25
61,25
56,5
Septy
34,25
58,5
47,75
35,55
Faisol
85,75
75,75
78,5
83,25
Erlindani S.M.
72
64,75
67,25
54,75
Taufik
51,75
49,5
45,25
44
Fahmi
34,5
37
56
37,5
Popon
76,5
65,5
66,5
73,5
Rata-rata
60,11
59,18
60,35
55,01





IV.              PEMBAHASAN

Babi adalah sejenis hewan ungulata yang bermoncong panjang dan berhidung lemper dan merupakan hewan yang aslinya berasal dari Eurasia. Kadang juga dirujuk sebagai khinzir dalam bahasa Arab (Anonim, 2011).
Tipe babi
Pada babi terdapat 3 tipe yaitu :
1.      The old fashioned or extrem lard type, tipe yang banyak lemaknya
2.      The intermediate or meat type, yaitu tipe seimbang antara daging dan lemak
3.      The bacon type, yaitu tipe daging
The old fashioned or extremlard type
Ukuran panjang mulai dari kecil sampai dengan sedang,berbadan gemuk dan berkaki pendek dan kecil. Babi ini sudah tidak lagi disukai karena banyak lemak . karena di Inggris pada waktu dulu membuat minyak lemak tetpi sekarang tidak dan tidak disukai karena kebanyakan orang disana tidak mempunyai lemari es. Babi jenis ini masih sedikit di Inggris.
Tehe intermediate or meat type
Babi jenis ini tumbuh dengan cepat dan berat badan cukup bila dipotong bagus. Karena proporsi antara daging dan lemak seimbang. Bagi para peternak, memelihara jenis babi ini sangat bagus karena mempunyai pertumbuhan yang cepat, mudah dipelihara dan pertumbuhannya merata. Kaki sedikit lebih panjang dibanding dengan lard type dengan panjang badan cukup dengan perkembangan ham yamg baik.
Bentuk badan bagus dari depan tampak kecil dan kebelakang makin membesar. Bagian depan kecil tidak menurunkan harga sebab bagian depan harganya murah bila dibandingkan dengan bagian belakang (hamnya) yang paling mahal.
The bacon type
Yang penting pada tipe ini panjang badan dan bentuk halus (merata)., bila dilihat dari depan ramping, sedang pada tipe lemak (lard type) dilihat dari depan tampak menggembung (gemuk). Ham besar dan lemak cukup saja, lemak pada ham tidak disukai.
Di inggris dan Eropa lainnya ada penilaian terhadap babi dengan melihat kondisi. Kriteria terbagi 5 kelas yaitu kurus, agak sedang, sedang, agak gemuk dan gemuk, dan yang terbagus adalah pada kreteria sedang karena pada penjualan diutamakan panjang badan dan lemak cukup, bukan dengan banyak lemak.
Penilaian babi
1.      Berat (weight)
Untuk menimbang babi harus diketahui umur babi yang akan ditimbang. Disukai babi yang berat 200-225 pound dengan ADG (Average Daily Gain) 1 ¼ pounmulai dari lahir.
2.      Bentuk (form)
Dikehendaki bentuk badan yang panjang karena dengan bentuk badan yang panjang karena dengan bentuk yang panjang ham, loin dan bacon mempunyai bentuk bagus. Kebanyakan orang keliru memilih babi, karena yang dipilih shoulder besar dan ham kecil.
3.      Kondisi (conditio)
Lemak harus pas. Kencang terutam pada bagian ham. Kalau dilihat dari depan tampak besar padat bukan gemuk dan bila dipegang pada bagian ham dengan tangan cukup.
4.      Kualitas (quality)
Babi sehat, bulu halus dan rebah, kulit halus, proporsi seimbang karena diduga secara eksterior bahwa babi yang berkualitas baik mempunyai daging yang baik pula, demikian pula sebaliknya.
5.      Kepala dan leher (head and neck)
Kepala dan leher harus kecil, karena kepala berat tidak banyak dagingnya.
6.      Bagian depan (forequarters)
Ramping dan kompak (harmonis/serasi)kaki mengangkang lebar
7.      Badan (body)
Paling penting untuk pembeli karena kebanyakan daging terdapat pada daerah ini. Badan harus tebal, panjang, juat (kencang) dan bagian bawah perut lurus.
8.      Bagian belakang (hindquarters)
Ham, Rump merupakan bagian yang termahal dari keseluruhan daging babi, daging harus lunak dan tidak banyak lemak (Soenarjo. 1988).
Babi piara ada 312 varietas dan 87 varietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul, merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya 60% babi potong komersial didunia adalah Yorkshire (large White).
1. Yorkshire
Termasuk tipe bacon (dwiguna) berasal dari Inggris, dikenal dengan large white babi ini berwarna putih dengan muka oval, telinga tegak termasuk type keibuhan karena litter sizenya banyak dan keibuannya bagus, persentase karkasnya tinggi, berat jantan 320-455 kg, induk.
2. Landrace
Berasal dari Denmark, termasuk babi bacon berkualitas tinggi.
Ciri-ciri yang dimiliki antara lain:
Tubuh panjang, besar (lebar) dan dalam. Warna putih dengan bulu yang halus. Kepala kecil agak panjang, dengan telinga terkulai.  Leher panjang, Punggung membentuk seperti busur, panjang dan lebar, Bahu rata, halus, Kaki letaknya baik dan kuat, dengan paha yang bulat dan tumit yang kuat pula, Putting susu 6-7 buah, Berat jantan dewasa 320-410 betina 250-340 kg.

3. Duroc
Berasal dari Amerika Serikat . Ciri-ciri yang dimiliki antara lain:
a.       Tubuh panjang, besar.
b.      Warna merah yang bervareasi mulai dari merah muda sampai merah tua.
c.       Punggung berbentuk busur yang dimulai dari leher sampai ekor dengan titik tertinggi di tengah.
d.      Kepala sedang dengan telinga terkulai kedepan dan mukanya agak cekung.
e.        Produsi susu cukup baik dan banyak anak.
4. Hampshire dan Saddlebac
Adalah salah satu babi termuda yang cepat menjadi populer. Asal atau bentuk di Kentucky (AS). Ciri-ciri yang dimiliki: Warna hitam dengan warna putih berbentuk pita yang lebar mengelilingi. Bahu sampai kedua kaki depan. Warna putih ini besarnya sangat bervareasi ada yang sempit dan ada yang lebar.  Punggung membentuk busur, kuat. Kepala halus dengan rahang yang ramping dan telinga tegak.  Letak bahu baik dan halus.  Tubuh halus, kuatØ. Induk banyak aktif.
5. Babi Lokal:
a) Babi Batak:
Tinggi pundak 54-51 cm, panjang 71-95 cm.
Telinga tengah warna rata-rata hitam walaupun ada warna bercak-bercak putih
. Bulu pada bagian bahu dan leher agak tebal.
 Rata-rata putting susu 10
.
b) Babi Bali:
Warna hitam dan bulu agak kasar.
Punggung melengkung kebawah, tidak sampai ketanah, cungurnya relative
pendek.
Telinga tegak tinggi,
Pundak 48-54 cm, Panjang tubuh 94 cm.
Puting susu 12-14 buah dengan jumlah anak perkelahiran 12 ekor.
c) Babi Tana Toraja
 Babi kecil (minipig)ü
 Tinggi pundak 45 cm, panjang 71 cm
ü
 Warna hitam putih dan ada yang hitam semua.
(Saulandsinaga, 2010).
Praktikum penilaian ternak babi, yang dinilai adalah babi Yorkshire sow. Hasil praktikum kelompok 3 sore menujukan bahwa Babi yang paling baik adalah babi C, kedua babi A ketiga babi B keempat babi D dengan nilai babi C : 60,35, babi A: 60,11, babi B: 59,18 dan babi D: 55,01. Hasil dari kelompok 3 sore kurang tepat karena urutan babi yang terbaik seharusnya babi A,B,C dan D. Hasil kurang tepat dikarenakan saat praktikum babi yang diamati tidak mau berdiiri dan penilainya berdesak-desaakan akibatnya penilaianya kurang tepat.
Ciri babi Yorkshire : berwarna putih, kadang-kadang terdapat bercak-bercak dengan pigmen warna hitam, telinga tegak, badannya panjang dan dalam. Yorkshire beranak banyak, efisiensi penggunaan pakan tinggi, pertumbuhan cepat dengan pertambahan berat badan 1,01 kg. Menghasilkan karkas yang panjang (31,5 inchi). Pemilihan bibit yang baik yaitu melalui tanda-tanda babi yang sehat : Babi kelihatan lincah (gesit), nafsu makan baik, kotoran tidak terlalu encer atau keras dan pertumbuhan bagus. Ciri-ciri induk yang bagus : 1) sehat, tidak cacat dan dapat berfungsi dengan baik, mempunyai jumlah puting susu minimal 8 pasang, 8 di kiri dan 8 di kanan yang letaknya symetris berjarak sama, tidak mempunyai puting susu yaang buntu. 2) mempunyai proporsi tubuh yang baik, panjang tubuhnya sedang, otot yang baik didaerah pinggul dan bahu,3) kaki kuat lurus, bisa berdiri tegak, tumit kuat, ekor melingkar,4) Pertumbuhan cepat dan menghasilkan anak yang lahir banyak, minimal 8 ekor dan berat lahir minimal 1,1 kg (Anonim,2011).
Keberhasilan di dalam usaha ternak babi adalah juga sangant tergantung kepada pemeliharaan induk dan pejantan yang memiliki sifat-sifat baik. Oleh karena itu para peternak yang maju, tentu saja akan selalu mengadakan seleksi terhadap ternaknya. Seleksi berarti memilih hewan ternak yang bernilai tinggi, yakni memilih babi-babi yang menguntungkan. Dengan seleksi itu diharapkan ada perbaikan karakter ekonomi tertentu, terutama mengenai :
a.       Pertumbuhan   : Cepat
b.      Daya Tahan    : Kuat
c.       Produksi         : Cukup Baik
Di dalam suatu usaha untuk memajukan dan mengembangkan ternak babi, para peternak bukanlah sekedar memperbanyak atau mengembangbiakkan ternaknya, melainkan sekaligus memuliakan ternak (mengupgrade). Di sini pada semua babi induk dan ejantan yang hendak dikawinkan harus dilakukan seleksi terlebih dahulu. Dengan demikian perkawinan bukan terjadi secara kebetulan atau liar, melainkan diatur dan terarah.
Pelaksanaan Seleksi
Untuk memilih babi-babi dewasa yang hendak dijadikan bibit, bias dilakukan dengan berbagai cara, yakni atas dasar :
1. Pemilihan individu.
2. Pemilihan atas hasi produksi.
3. Pemilihan berdasarkan silsilah.
1. Pemilihan individu
    Pemilihan individu ini terutama berpangkal pada:
a) Kesehatan
Babi yang hendak dijadikan bibit harus betul-betul kuat dan sehat. Tanda-tanda babi yang sehat
§   Nafsu makan baik, normal.
§   Pertumbuhan baik, cepat menjadi besar.
§   Lincah, gesit. - Kotoran tan terlalu keras atau encer.
§   Air kencing keluar terputus-putus(pejantan).
§   Ekor melingkar
b) Kesuburan dan sifat keibuan
§   Babi induk yang subur Induk yang subur ialah induk yang pada setiap kali birahi mampu memproduksi ata mengovulasikan sel telur dalam jumlah besar, 14 – 18 buah. Dan sejumlah besar di antaranya bias ditunasi, sehingga pada saat induk itu melahirkan jumlah anaknya pun cukup banyak. Dan induk yang subur ini pada umumnya memiliki intensitas beranak yang cukup baik, minimal dua kali beranak dalam waktu 1 tahun.
§   Sifat keibuan Adalah induk-induk yang pandai merawat anak-anaknya da produksi air susu pun banyak, sehingga mereka selalu siap menyusui anaknya dengan rajin. Hal ini sama sekali berbeda dengan induk-induk yang memiliki sifat buas, mereka pasti akan selalu memusuhi anak-anaknya dan bahkan kurang mengerti terhadap anak-anaknya yang tertindih. Jadi induk-induk yang baik bukan saja mereka yang bias menghasilkan anak banyak, melainkan juga induk-induk yang mampu memproduksi air susu yang cukup tinggi dan bias merawat anak-anaknya dengan baik. Sebab induk yang produksi susunya sedikit, anak-anaknya pasti banyak yang mati kelaparan. Demikian pula bagi induk yang tak memiliki sifat keibuan, maka anak-anak asuhannya pun pasti akan banyak yang mati akibat tertindih atau terlantar. Demikian kedua faktor ini betul-betul sangat penting di dalam seleksi. Walaupun jumlah anak yang dilahirkan itu bias dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur induk, kondisi induk waktu kawin serta pejantan yang dipakai, namun setiap individu secara alamiah memiliki tingkat kesuburan dan sifat keibuan yang berbeda-beda.
c) Pemilihan atas hasil produksi
            Seleksi yang didasarkan atas hasil produksi ini sangat erat hubungannya dengan kesuburan dan sifat eibuan induk. Sebab pemilihan bibit ini ditujukan terhadap hasil produksi keturunan. Adapun hasil keturunan yang dimaksud antara lain ialah :
Jumlah dan berat anak pada setiap kelahiran hendaknya merata, tidak ada ynag terlalu kecil ataupun terlalu besar. Sedangkan berat anak babi waktu lahir yang akan dijadikan bibit rata-rata 1,5 kg dengan jumlah anak yang dilahirkan rata-rata 12-14 ekor.  Angka kematian sampai pada penyapihan rendah. Jumlah anak yang bias dipelihara sampai umur 3 minggu : 10-12 ekor, sedangkan sampai dengan disapih pada umru 6-8 minggu : 9-5 ekor. Pertumbuhan berat badan cukup bagus, Misalnya : 1. Umur 3 minggu mencapai berat 6 kg 2. Umur 6 minggu: 13 kg. 3. Umur 8-10 bulan mencapai 100 kg (dipotong). Persentase kerkas tinggi : 70-75%. Lebih jelasnya perhatikan diagram berikut :
2. Pemilihan berdasarkan silsilah
Babi-babi yang hendak dipakai sebagai bibit harus diketahui jenis atau bangsa serta tipenya. Pemilihan terhadap suatu bangsa babi atau strain yang hendak diternakkan tentu saja tergantung pada kesenangan peternak dan lingkungan di mana bangsa tersebut sudah banyak diternakkan. Dan selanjutnya untuk mengetahui bangsa babi tersebut termasuk tipe pedaging atau spek, bias diamati pada bentuk luarnya. Adapun perbandingan sifat-sifat terpenting kedua tipe tersebut ialah :
 (Sution, 2010).














V.                 KESIMPULAN

1.      Penilaian babi bisa dilihat dari berat (weight), bentuk (form), kondisi (conditio), kualitas (quality), kepala dan leher (head and neck), bagian depan (forequarters), badan (body), bagian belakang (hindquarters).
2.      Pada babi terdapat 3 tipe yaitu :The old fashioned or extrem lard type, tipe yang banyak lemaknya; The intermediate or meat type, yaitu tipe seimbang antara daging dan lemak; The bacon type, yaitu tipe daging
3.      Ada beberapa jenis bibit babi antara lain : Berksive, Chester White, Tamworth, Yorkshire, Sadleback, Hampshire, babi Celeng dll.
4.      Yorkshire : Termasuk tipe bacon (dwiguna) berasal dari Inggris, dikenal dengan large white babi ini berwarna putih dengan muka oval, telinga tegak termasuk type keibuhan karena litter sizenya banyak dan keibuannya bagus, persentase karkasnya tinggi, berat jantan 320-455 kg, induk










DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Babi. http://id.wikipedia.org/wiki/Babi. diakses pada 20 Desember
2011.

Anonim,2011. Pemilihan bibit babi.  http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/

pemilihan-bibit-babi diakses pada 20 Desember 2011.

Hartati. 2011. Jenis-Jenis Babi. http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/jenis-jenis

babi.diakses pada20 Desember 2011.

02/17/tipe-babi/. diakses pada 20 Desember 2011.
Soenarjo. 1988. Buku pengarang kuliah ilmu tilik ternak. Jakarta : Cv. Baru
Jakarta.
Kategori-Budidaya&idbudidaya=3. diakses pada 20 Desember 2011







3 komentar:

Unknown mengatakan...

mat siang
saya mau nanya :untuk mendapatkan bibit babi yang bagus ngambilx di daerah mana....??
untuk daerah flores ada di mana ya...
saranin Q tuk mendapat bibit babi yg berkualitas ne no Q (082110395279)

Unknown mengatakan...

saya senang blog ini ini wawasan ternak

tafsirjitu mengatakan...

Apakah kamu sedang mencari prediksi togel jitu ? cek blog kami di sini >

PREDIKSI TOGEL SGP 22 AGUSTUS 2021 dari tafsir jitu

Posting Komentar