RSS

Kamis, 29 Maret 2012

makalah ilmu ternak perah



TUGAS TERSTRUKTUR ILMU TERNAK PERAH

 “Pengaruh Hormon Reproduksi Terhadap Produksi Susu”



Disusun Oleh  :

                                    Nama                  :       Erlindani Setya Martanti
                                    NIM                    :       D1E010165
                                    Kelompok           :       6






FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2011


 
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.........................................................................................   i
DAFTAR ISI......................................................................................................   ii
I.         Pendahuluan.................................................................................................   1
1.1  Latar Belakang.......................................................................................   1
1.2  Tujuan....................................................................................................   2
1.3  Manfaat..................................................................................................   2
II.      Hasil dan  Pembahasan................................................................................   3
2.1 Hasil.......................................................................................................   3
2.2 Pembahasan............................................................................................   3
III.   Kesimpulan..................................................................................................   8
3.1 Kesimpulan............................................................................................   8
Daftar Pustaka

I.                   PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Jumlah susu dan komposisi susu yang dhasilkan oleh ternak perah dapat bervariasi dari hari ke hari, dimana variasi tersebut dapat disebabkan oleh faktor genetik maupun lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu pada ternak perah yaitu bangsa, faktor individu, fator keturunan, fator musim, fator umur, fator lama masa laktasi, pengaruh birahi dan kebuntingan, fator perawatan dan perlakuan, fator frekuensi dan kecepatan pemerah, fator pergantian pemerah, fator pengeringan, fator siklus ekstrus, faktor hormona, fator makanan, pengaruh penyakit, dan pengaruh obat-obatan. Faktor hormonal salah satu yang berpengaruh pada produksi susu, dan beberapa hormon yang bertanggung jawab pada pertumbuhan kelenjar susu sama dengan yang berperanan pada reproduksi..
Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang menggerakkan") adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan (lihat artikel hormon tumbuhan), memproduksi hormon. Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sell untuk mencari sel target.
Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan memengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular, termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause).
Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular. Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.

1.2         Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mengetahui hormon reproduksi yang berpengaruh terhadap produksi susu pada ternak perah.

1.3         Manfaat

a.       Mahasiswa dapat mengetahui hormon reproduksi yang berpengaruh terhadap produksi susu.
b.      Mahasiswa dapat mengetahui sistem kerja hormon reproduksi yang mempengaruhi produksi susu.
c.       Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam pengaruh produksi susu yang disebabkan oleh hormon-hormon produksi


II.                HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1.            Hasil
Hormon reproduksi    :
Hipotalamus               : GnRH
Pitiutary                      : GtH 1 & 2, Prolactin, GH.
Ovarium                     : Progesteron & estrogen
Lain                            : Tiroksin (tyroid) & cortisol (kortex adrenal).
Hormon reproduksi yang berpengaruh pada produksi susu yaitu oxytosin, progesteron,estrogen,tiroksin, dan  Prolactin.
2.2.            Pembahasan
Ternak bila  fase  dewasa  kelamin  telah  tercapai,  maka  struktur  dasar  dari kelenjar  mammae  yang  terbentuk  pada  fase  pertumbuhan  fetus  akan  tumbuh  dan berkembang  sepenuhnya  di  bawah  pengawasan  horman-harmon  tertentu.  Sebagaimana  telah  dikemukakan  sebelumnya,  horman-harmon  yang  mengatur  pertumbuhan kelenjar  mammae  adalah  hormon-hormon  yang  juga  mengatur  proses  reproduksi. Pertumbuhan  kelenjar  mammae  akan  terlihat  nyata,  baik  morfologis  maupun fungsional,  selama  proses  reproduksi  terjadi  yaitu  fase  dewasa  kelamin,kehamilan  atau  kebuntingan  dan  pada  fase  laktasi  (Folley ,  dkk. 1973).
Secara umum hormon reproduksi dihasilkan oleh tiga bagian utama yakni Hipotalamus, Hipofisa, dan Gonadotropin. Ketiga bagian inilah yang memegang peranan penting dalam mensintesis ataupun mensekresikan hormon reproduksi. Hipotalamus menghasilkan hormon yang mengaktifkan kelenjar pituitari, dan saat dibutuhkan, menghasilkan juga hormon yang menghentikan kelenjar pituitari di saat yang tepat sehingga tak melepaskan hormon tertentu. Dengan cara ini, hipotalamus mengatur sepenuhnya kegiatan kelenjar pituitari. Hipotalamus, yang terletak tepat di bawah otak dan seukuran biji kenari, mengatur berbagai fungsi penting, seperti pengaturan metabolisme tubuh, pengendalian kelenjar adrenal, produksi susu, dan pengaturan pertumbuhan tubuh.  Saat menjalankan semua kegiatan ini, hipotalamus memerintahkan kelenjar-kelenjar hormon lain yang di bawah kendalinya.Bagian belakang kelenjar pituitari adalah tempat menyimpan hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Pada keadaan yang sesuai, hormon-hormon ini dilepaskan dengan perintah dari hipotalamus. Hormon-hormon itu adalah: Vasopresin (hormon antidiuretik) dan Oksitosin (Ojimori,2011).
Rangsangan dari pemerah menyebabkan kelenjar pituitari mengeluarkan hormon  oxytocin ke dalam peredaran darah. Perjalanan hormon dari otak ke ambing memerlukan waktu satu menit. Hormon ini menyebabkan kontraksi otot-otat halus yang  memaksa air susu mengalir dari lumen turun ke saluran air susu, terus kedalam rongga susu dan rongga puting. Dalam waktu yang singkat karena aliran susu yang besar, ambing dan puting menjadi penuh, tegang dan kencang; maka dikatakan bahwa telah terjadi milk-let-down atau lepasnya susu. Bersamaan dengan berlangsungnya kontraksi otot-otot tadi tadi, susu dapat diperah dengan mudah dan cepat. Sesudah kira-kira 8 menit hormon oxytocin mulai berangsur-angsur menghilang dari peredaran darah dan otot-otot halus itu kembali santai. Apabila pemerahan pada waktu ini belum juga selesai juga, maka sisa air susu yang masih tingggal di dalam ambing tidak bisa lagi diperah habis, meskipun puting dipijat-pijat atau diperas-peras terus. Karena alasan inilah pemerahan cepat selesai. Pemerahan yang dilakukan pada watu sapi tidak dalam keadaan milk let down, tidak banyak hasilnya (Syarief dan Sumoprastowo, 1985).
Beberapa hormon yang bertanggung jawab pada pertumbuhan kelenjar susu sama dengan yang berperanan pada reproduksi. Ini sangat jelas terutama pada hormon-hormon yang dihasilkan oleh ovarium. Perkembangan kelenjar susu merupakan hasil samping dari proses reproduksi itu sendiri, perkembangan kelenjar susu diawali dalam rangka persiapan untuk memelihara / merawat anaknya. Observasi yang paling awal pada kelenjar susu, menunjukkan bahwa perkembangan kelenjar susu mengikuti proses reproduksi. Ovariektomi akan menyebabkan terjadinya regresi kelenjar susu, selama kebuntingan maupun selama laktasi. Hasil ini menunjukkan bahwa hormon-hormon pituitaria dan ovarium juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kelenjar susu. Disamping itu juga diketahui bahwa estrogen terutama berperan pada perkembangan saluran susu dan progesteron bertanggung jawab pada perkembangan lobulo-alveolar. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kombinasi estrogen dan progesteron mempengaruhi kelenjar susu, estrogen terutama mempengaruhi pertumbuhan saluran susu sedangkan progesteron berpengaruh terhadap perkembangan lobulo-alveolar. Dilain pihak ternyata injeksi estrogen dan progesteron tidak mampu menghasilkan pertumbuhan sebanyak yang dihasilkan dari proses kebuntingan. Pemberian preparat hormon estrogen dan progesteron mempunyai nilai ekonomis pada ternak perah, apabila diberikan pada sapi dara yang steril ini dapat mempengaruhi perkembangan kelenjar susu secara penuh sampai laktasi.
Pengaruh injeksi hormon-hormon estrogen dan progesteron memberikan hasil yang terbaik kalau diberikan pada ternak yang sebelumnya telah mengalami kebuntingan. Estrogen dan progesteron hanya dapat menyebabkan pertumbuhan kelenjar susu sedikit sekali atau tidak ada sama sekali apabila diberikan pada hewan yang dihypophysectomi. Hormon-hormon kelenjar pituitaria anterior diperlukan se-bagai tambahan pada estrogen dan progesteron. Hormon steroid gonade berperan secara tidak langsung pada perkembangan kelenjar susu, dengan cara merangsang sekresi hormon prolaktin dan somatotrophin oleh kelenjar pituitaria anterior. Ternyata hormon-hormon estrogen, somatotrophin (STH) dan deoxycortico-sterone berperanan dalam perkembangan saluran susu pada tikus yang mengalami hypo-physectomi-ovariectomi dan adrenalectomi, sedangkan penambahan progesterone dan prolaktin diperlukan untuk mengasilkan perkembangan jaringan sekretori lobulo-alveolar yang sempurna. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh placenta juga berperanan dalam proses perkembangan kelenjar susu (Ibnu,2012).

Laktasi adalah Proses produksi, sekresi, dan pengeluaran air susu dinamakan laktasi.Pengaruh hormonal mulai dari bulan ketiga kehamilan, tubuh ternak betina memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya air susu. Progesteron berguna untuk  mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini menstimulasi produksi secara besar-besaran. Estrogen berguna menstimulasi sistem saluran air susu untuk membesar. Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui (Fitrianingsih, 2011).
Setelah ternak beranak maka produksi susu berangsur-angsur akan naik. Sampai satu bulan atau lebih dan setelah itu akan menurun akhirnya menjadi kering. Pengendalian prosuksi susu yang penting perannya selama laktasi adalah hormon laktogen yang dihasilkan oleh glandula pituitari. Bukti bahwa keluarnya susu banyak dipengaruhi oleh hormon tersebut, apabila ternak perah yang sedang laktasi disuntik dengan hormon  laktogen ternyata produksi susunya naik. Hormon lain yang berpengaruh terhadap produksi susu adalah hormon adrenalin dan tyroxine yang dihasilkan oleh glandula adrenalin dan glandula tyroid. Pengaruh tyroxine terhadap produksi susu dapat dibuktikan apabila hormon tyroxine disuntikan pada ternak perah yang sedang laktasi maka produksi susu akan meningkat sampai tujuh liter atau lebih, dimana pengaruh tersebut sifatnya sementara. Sedangkan hormon adrenalin menyebabkan peranan dari oxytocin menurun sehingga akan berpengaruh terhadap milk let down. Hormon oxytocin merupakan hormon yang paling penting dalam mengontrol milk let down saat pemerahan. Apabila pada ternak perah yang sedang laktasi disuntik dengan hormon oxytocin langsung kedalam arteria pundica externa yang menuju ke ambing yang menuju ke ambing bagian kanan, pemerahan dalam waktu singkat akan mendapatkan susu yang diharapkan, tetapi pada ambing sebelah kiri tidak menghasilkan susu. Baru setelah 50-60 detiksetelah disuntikan, ambing sebelah kiri akan melepaskan susu secaara normal. (Yuni Triana A, 2001).
Kelenjar  thyroid.  Harmon  thyroxin  yang  dihasilkan  oleh  kelenjar  thyroid  tidaklah  esensiil  bagi  pertumbuhan  kelenjar  mammae.  Pada  hewan-hewan  yang mengalami  thyroidectomia  pertumbuhan  kelenjar mammae  dapat  tumbuh dengan  baik,  selama  hormon-hormon  yang esensiil  bagi  pertumbuhan  kelenjar mammae  berada  dalam  konsentrasi  yang  optimum.  Namun  demikian  dalam  keadaan-keadaan  tertentu  thyroidectomia  dapat  menyebabkan  pertumbuhan  kelenjar mammae  menjadi  sub-normal.  Keadaan  ini  dapat  terlihat  pada  tikus  .  Thyroxin  jika  diberikan  kepada hewan-hewan  normal  akan  meningkatkan  pertumbuhan  kelenjar mammae,  di antaranya  pada  tikus  dan  pada mencit  .  Pengaruh  hormon  thyroxin  pada  pertumbuhan  kelenjar mammae  terjadi  tidak  secara  langsung,  melainkan  melalui  jalur  derajat metabolisme  basal (Nur, 1985).
Hormon prolaktin Adalah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary atau kelenjar hipofisis bagian interior (depan). Hormon ini ada pada jantan dan betina. Prolaktin banyak terdapat pada hewan yang sedang menyusui, karena ia adalah hormon penting yang merangsang kelenjar susu untuk memproduksi susu, sehingga pada saat diperlukan siap berfungsi. Hormone ini juga diproduksi oleh plasenta. Kadar normal hormon prolaktin di dalam darah sekitar 5-10 ng/mL. Sekresi hormon prolaktin meningkat pada masa hamil, stres fisik dan mental, keadaan hipoglikemia dan pemberian estrogen dosis tinggi. Selain itu, prolaktin dianggap sebagai salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya tumor mamae. Pada wanita hormon ini bekerja lebih dominan setelah melahirkan, dimana fungsinya adalah merangsang kelenjar-kelenjar air susu pada payudara agar memproduksi air susu bagi anak. Dengan adanya aktivitas menyusui dari anak ini maka hormon prolaktin akan ikut bekerja dengan sempurna, selain itu dengan tingginya hormon prolaktin pada masa menyusui, hormon ini juga bekerja menghambat terjadinya siklus menstruasi selama menyusui, sehingga induk yang secara aktif menyusui bayinya akan mendapat kembali menstruasi agak lama, sekitar 6 bulan sampai 1 tahun (Cahputra, 2012).





III.             KESIMPULAN

Beberapa hormon yang bekerja pada system reproduksi juga mempengaruhi produksi susu seperti :
·         Hormon oksytocin yang menyebabkan kontraksi otot-otat halus yang  memaksa air susu mengalir dari lumen turun ke saluran air susu.
·         Progesteron berguna untuk  mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli
·         Estrogen berguna menstimulasi sistem saluran air susu untuk membesar.
·         Tiroksin berguna pada pertumbuhan  kelenjar mammae  (mempercepat sekresi air susu)
·         Hormone prolaktin adalah hormon penting yang merangsang kelenjar susu untuk memproduksi susu.







DAFTAR PUSTAKA


Cahputra. 2012. http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2269036-hormon-prolaktin/. Diakses pada tanggal 19 Maret 2012.
Folley,  R.C.,  dkk.  1973. Dairy  cattle:  Principles,  practices,  problem,  profit.  Lea  &  Febriger. Philadelphia,  U.S.A.
Fitrianingsih. 2011. Biologi Reproduksi. http://fitriamalang.blogspot.com/2011/06/fisiologi-laktasi.html. Diakses pada tanggal 19 Maret 2012
Syarief M.Z. dan Sumoprastowo. 1985. Ternak Perah. Yasaguna. Jakarta.
Nur, AN.  Slitan  Assin. 1985. Pengaruh  Hormon  Dan  Suhu  Linglwngan  Terhadap Produksi  Susu,  Sebuah  Tinjauan  Plustaka. Fakultas  Kedokteran  Hewan Institut  Pertanian  Bogor .Bogor.
Ojimori. 2011 . Bagaimana Mekanisme Kerja Hormon. http://www.ojimori.com/2011/05/28/bagaimana-mekanisme-kerja-hormon/. Diakses pada tanggal  19 Maret 2012
Yuni Triana A., dkk. 2001. Dasar Ternak Perah. Laboratorium Produksi Ternak  Perah Fakultas Peternakan UNSOED. Purwokerto.


8 komentar:

DENI ARJUNA mengatakan...

ASS... Mba, ad tdak materinya tntang hormon-hormon yg brperan slama proses kbuntingan ternak? tolng posting eahh..makasih

LUKISAN HATI mengatakan...

Waalaikumsalam...
pertanyaan udah di jawab di postingan terbaru. silahkan dilihat. bila jawaban kurang baik , ditanya lagi aja. ok

Unknown mengatakan...


Jadual bola malam ini
Agen bola
Judi Online
Agen Bola Online

casino online terbaik
casino online
judi online
agen casino online
judi live casino

agen judi
agen bola
situs judi
judi bola
judi online
bandar bola
bandar judi
situs taruhan
taruhan bola
taruhan online
situs judi

bola

situs judi

online

situs judi

terpercaya

agen bola

terpercaya

agen judi

online

judi online

terpercaya

agen judi

terpercaya

bandar judi

online

bandar bola

terpercaya

judi bola

online

agen piala

dunia 2018

bandar

piala dunia 2018

situs taruhan piala dunia 2018
situs

judi piala dunia 2018

agen

resmi piala dunia 2018

918Kiss mengatakan...

Valuable site, where did u come up with the information in this posting I am pleased I discovered 918kiss it though, ill be checking back soon to find out what new content pieces u have.

Scr888 Malaysia mengatakan...

Can scr888 you please scr888 Malaysia provide more scr888 apk information on this subject scr888 casino? BTW your blog scr 888 is great. Cheers.

farwashabbir mengatakan...

Congrats, determination rollex casino apk download hard working never get bad result.

Evie Lister mengatakan...

Nice idea, i am gonna live22 malaysia try the same for my web site. thanks.

Joan Garcia mengatakan...

To download the game to use the services of excited customers, you can apply for relationship of the sustain from the membership card of the see this here secure website, which will urge on us be more successful, but allow us look what the application process is. Who are the members of safe websites using the minister to and are interested in investing? Can be sufficiently invested by growing demand and addict expectations. Download the game For the investment process and assistance process that will support us have a unintentional to succeed or profit from the investment, keep amused register as a supporter of a high-quality and high-quality website, which needs to be researched.

Posting Komentar